Senin, 14 Oktober 2013

KISAH GUBERNUR TENTANG PENDIDIKAN

Gubernur Papua, Lukas Enembe (Jubi/Alex)
Jayapura, 19/8 (Jubi) – Dalam Acara Penandatangan Kerjasama Pemerintah Provinsi Papua Dengan Universitas Cenderawasih (Uncen) dan Pembukaan Kuliah Umum Tahun Akademik 2013/2014,  Gubernur Provinsi Papua,  Lukas Enembe menceritkan kelamnya perjalanan pendidikan yang dilaluinya selama mengenyam pendidikan.
Kisahnya disampaikan di Auditorium Uncen, Jayapura, Senin (19/9). “Saya kuliah setengah mati, tidak ada biaya, tidak ada juga orang yang membiayai saya. Sekarang bupati-bupati banyak. Mahasiswa mudah bertemu dengan bupati dengan membawa proposal padahal kuliahnya tidak beres, copy-paste, ada juga yang membeli ijasah,” tutur Lukas Enembe di hadapan mahasiswa Uncen.
Untuk itu, Lukas Enembe berpesan kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Uncen, kalau mau belajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh. “Waktu sekolah, saya makan ubi, baru bisa bicara seperti sekarang ini. Kamu ini makan makanan yang luar biasa. Saya lahir dalam situasi yang tidak menguntungkan. Saya dipikul dalam noken, saya dibawah turun dari hutan tetapi saya bisa sekolah, biayai diri sendiri dan akhirnya bisa jadi gubernur,” ungkapnya.
Menurutnya, bukan hal yang mudah baginya menyelesaikan studinya di Kota Studi Manado. Dirinya harus bekerja keras untuk mendapat gelar sarjana dengan skop. Belum lagi menunggu kedatangan KM Umsini berbulan-bulan untuk mengantarkan dirinya ke Manado.
“Dulu saya pegang skop, toki-toki, kasih bunyi dan orang sudah mengerti bahwa saya minta kerja. Itu saya. Sedangkan sekarang, semua orang naik pesawat. Dulu saya tunggu KM Umsini berbulan-bulan di Jayapura setengah mati untuk bisa kuliah ke Manado,” tutur Lukas Enembe.
Dia menambahkan, tidak ada alasan untuk iri dengan mahasiswa sekarang karena jamannya sudah berbeda. Itulah sebabnya saat dirinya menjadi wakil bupati, ia buat program dimana seluruh Mahasiswa Puncak Jaya mendapat beasiswa. (Jubi/Aprila Wayar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar