Kamis, 17 Oktober 2013

Ciri-ciri Kompetensi Kepribadian Guru yang Disenangi Siswa



Adapun bentuk-bentuk kompetensi kepribadian konselor yang diharapkan oleh siswa adalah
1.    Konselor yang  tidak arogan/sombong
2.    Sabar dan toleransi
3.    Bisa menciptakan suasana yang menyenangkan
4.    Enak diajak curhat
5.    Murah senyum dan ramah
6.    Adil dan bijaksana
7.    Profesional dalam mengampu sesuai dengan bidang keahlianya
8.    Dapat mengelola kelas dengan baik
9.    Disiplin
10. Bisa menjadi tauladan yg baik bagi siswa sebagai peserta didik
11. Bisa memahami siswa
12. Mampu memberi motivasi dan nasehat
13. Berpenampilan menarik
14. Mengikuti perkembangan zaman[1]
Lebih lanjut dijelaskan bahwa bentuk-bentuk kompetensi kepribadian konselor yang diharapkan oleh siswa adalah
1.  Konselor yang  tidak arogan/sombong
Konselor di sekolah diberi kebebasan melakukan pelayanan bimbingan konseling sesuai dengan teknik dan metode bimbingan konseling tanpa harus arogan. Tentunya siswa sangat memiliki ekspektasi terhadap konselor untukyang tidak sombong dan membanggakan diri, apalagi membanggakan kelebihan anak kandungnya dirumah.
2.  Sabar dan toleransi
                Konselor mesti memberikan kesabaran, toleransi untuk membimbing siswa. Siswa yang datang menemui konselor bukan berarti siswa itu bodoh, cengeng, dan lemah tetapi siswa menyadari bahwasanya siswa membutuhkan orang untuk menoptimalkan potensi yang mereka miliki. Siswa sebagai manusia yang punya rasa ingin dihargai.
3. Bisa menciptakan suasana yang menyenangkan
                Siswa sangat senang jika konselor mampu menciptakan suasana bimbingan konseling yang menyenangkan sehingga membuat siswa tidak bosan dan siswa mengikuti layanan konseling dengan hati yang ikhlas dan sungguh-sungguh. Hal ini dapat menunjang keberhasilan pembelajaran, pengajaran dan pendidikan di sekolah.
4. Enak diajak curhat
Bahwa setiap siswa itu pasti punya masalah, bisa jadi masalah yang tersebut mengganggu kegiatan belajar maupun yang tidak. Tapi kebanyakan masalah itu bisa menggangu kegiatan belajar siswa, jadi tidak konsentrasi karena sedang ada masalah. Maka siswa menginginkan ada tempat mengadu atau tempat bercerita disekolah salah satunya konselor. Pentingnya seorang konselor bisa dekat dengan siswa, siswa akan senantiasa menceritakan masalahnya dan konselor tersebut diharapkan bisa memberi solusi untuk meringankan beban masalah siswa tersebut, dengan ini diharapkan kegiatan belajar akan kembali normal. Perlu diperhatikan juga, curhat disini bukan berarti bimbingan konseling tempat curhat semata.
1.  Murah senyum dan ramah
            Senyum adalah salah satu kriteria yang didambakan siswa terhadap konselor. Misalnya konselor sedang bejalan dimanapun saat ketemu dan siswanya menyapa kalau guru itu tidak senyum pasti siswa akan jadi jengkel. Sedangakan dengan senyum dan saling menyapa akan menambah keakraban antara keduanya siswapun akan lebih senang terhadap bimbingan konseling walaupun jam masuk lokal konselor sedikit.
2.  Adil dan bijaksana
Setiap siswa itu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Kadang perhatian konselor hanya berpusat pada siswa yang pandai.  Padahal siswa yang kurang pandai itu juga butuh perhatian, atau sebaliknya konselor lebih memperhatikan siswa yang kurang pandai atau siswa yang mengalami tingkat permasalahan lebih tinggi. Pada situasi seperti ini sebetulnya sangat banyak siswa yang hatinya merintih ingin sekali mendapat perhatian yang adil dan bijak dari konselor.
3.  Profesional dalam mengampu sesuai dengan bidang keahlianya
                Siswa yang mempunyai taraf kebosanan dalam belajar di sekolah, maka siswa sangat menginginkan guru yang masuk kedalam kelas mereka berbeda. Misalnya jam pertama dan kedua mereka belajar sosiologi, jam ketiga dan keempat pastinya siswa senang lagi wajah baru yang masuk ke ruangan kelas mereka. Namun karena guru mata pelajaran sosiologi yang masuk jam pertama dan kedua juga menjabat sebagai konselor maka haru masuk lagi ke kelas tersebut jam berikutnya. Jadi dalam satu hari itu siswa berhadapan di kelas dengan guru yang sama dua kali, hal ini akan membuat jenuh dan bosan pada diri siswa. Maka konselor harusnya bekerja sesuai dengan apa yang dia peroleh dan dia tekuni dalam pendidikannya. Tidak berupaya hanya sekedar mendapatkan pekerjaan tetapi juga berupaya memberikan apa yang dimilikinya yang tentunya sesuai dengan bidangnya.
4.  Dapat mengelola kelas dengan baik
Siswa menginginkan konselor mesti mampu menciptakan suasana pelayanan yang aktif dan menyenangkan sehingga siswa-siswa betah mengikuti layanan bimbingan konseling di dalam kelas atau di luar kelas. Pelayanan yang menyenangkan bukan semata-mata pelayanan yang mengharuskan siswa untuk tertawa terbahak-bahak, melainkan sebuah pembelajaran yang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara konselor dan siswa. yang ada hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung.
5.  Disiplin
Konselor diharapkan siswa harus memberikan contoh yang baik dengan kedisiplinan seperti: datang tepat pada waktunya. Apabila dalam kegiatan pelayanan bimbingan konseling konselor tidak dapat hadir, hendaknya guru konselor menginformasikan misal dengan menulis surat untuk kepala sekolah serta mengutus salah satu konselor yang lain untuk memberikan tugas atau kegiatan kepada siswa,  Karena kedisiplinan awal dari kesuksesan dan disiplin pula yang harus ditanamkan pada diri siswa.
6.      Bisa menjadi tauladan yg baik bagi siswa sebagai peserta didik
Konselor akan mendidik dan membentuk kerpibadian siswa, maka konselor diharapkan siswa mampu menjadi teladan bagi mereka. Siswa akan melihat, mencontoh dan mempratekkan apa yang disampaikan dan dilakukan oleh konselor mereka.
7.      Bisa memahami siswa
”Hubungan antara konselor dan murid dapat dijalin dengan pendekatan didaktik metodik yang bernuansa “pedagogis”. Artinya, interaksi antara guru dan murid tidak dijalin dengan komunikasi yang “kaku” seperti “orang yang serba tahu” dengan “anak yang serba tidak tahu”.[2] Dengan demikian, sensitivitas konselor lebih mengarah kepada upaya untuk memberikan pelayanan secara prima kepada siswa. Pelayanan semacam ini akan terwujud manakala konselor benar-benar dapat memerankan diri sebagai fasilitator, bukan sebagai orang yang menceramahi siswa.
8.  Mampu memberi motivasi dan nasehat
                 Konselor ialah pendidik yang dalam kesehariannya bergaul dan beraktivitas memotivasi, mengarahkan serta membimbing kemajuan siswa sebagai peserta didiknya. Itulah sebabnya, tanpa konselor yang profesional niscaya kualitas pendidikan kurang dapat dicapai. Konselor harus mampu memberikan inspirasi yang ideal terhadap siswa.
9.      Berpenampilan menarik
               Intensitas pertemuan antara konselor dan siswa di sekolah berlangsung hampir setiap hari, baik pada jam pelayanan ataupun diluar jam pelayanan bimbingan konseling. Konselor adalah teladan/contoh bagi siswa-siswi di sekolah, baik tingkah laku maupun gaya berpenampilan secara tidak langsung akan di contoh oleh siswanya. Oleh sebab itu, konselor diharapkan dapat berpenampilan menarik dan rapi. Selain mencontohkan kepada siswa supaya berpakaian rapi, juga memberikan kesan berwibawa.
10.  Mengikuti perkembangan zaman
             Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, konselor diharapkan dapat selalu mengikuti perkembangan yang ada. Jadi konselor dapat menginformasikan pada siswa apa-apa saja yang terjadi, sehingga siswa dapat mengikuti perkembangan zaman.

Cara menjadi guru yang disukai siswanya

0 komentar


2012092622340013400+copy

Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan ini. Tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa? jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan mengajar.
Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit, saya pribadi pun masih dalam upaya untuk bisa disukai siswa. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah caranya.
  1. ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar 
  2. berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit 
  3. minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai 
  4. Tidak terlalu banyak melaksanakan metode ceramah
  5. Memberikan contoh kepada siswa apa yang ia ingin siswa lakukan. Jika anda sebagai guru berharap siswa anda hormat pada anda, silahkan terlebih dahulu menjaga harga diri siswa anda di kelas.
  6. Jika marah atau kecewa pada siswa, berbicara lah pada mereka dan bukan berteriak.
  7. berbagi senyum tulus pada semua siswa. Siswa yang dicap sebagai anak yang ‘bermasalah’ akan luntur dan akan menyukai anda jika anda berikan senyum pada mereka.
  8. Memotivasi siswa dengan cara memotivasi dan bukan menyindir.
  9. Menggunakan humor pada tempat dan saat yang tepat.
  10. Mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa. Mudah diajak berteman artinya anda pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang profesional. Berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi anda dikemudian hari.
  11. Penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses. Hindari meneruskan warisan guru lain dengan melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu.
Atau Anda Juga Bisa Baca Di Bawah Ini

1. Mudah tersenyum
Siswa paling suka kepada guru yang mudah tersenyum. Lebih menyenangkan lagi jika senyuman tersebut diselingi dengan sapaan. Guru yang ‘mahal’ senyum akan terkesan sangar dan sudah pasti tidak disukai siswa. Satu pesan buat anda, walaupun siswa suka dengan guru yang mudah tersenyum, jangan terlalu mengumbar senyum apalagi sampai senyum-senyum sendiri tanpa ada orang lain di sekitar anda ! 
2. Humoris
Belajar dengan serius memang harus diutamakan. Tetapi jika dalam penyampaian materi
ajar yang dilakukan guru terlalu serius maka yang terjadi adalah siswa menjadi bosan. Akibatnya tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan bisa-bisa tidak tercapai. Selingi dengan humor ringan (jangan yang berat, anda bukan pelawak) ketika anda menyampaikan materi yang serius agar pembelajaran menjadi mengasyikkan dan siswa anda tetap
fresh.
3. Menguasai bahan ajar
Rupanya ada guru yang kurang/tidak menguasai bahan ajar? Ada ! Tanya saja pada diri kita sendiri, terus jawab saja sendiri-sendiri (canda). Jujur, kita pasti pernah menemukan sosok guru yang sedang menyampaikan bahan ajar di depan kelas dengan bolak-balik melihat ke buku atau catatan yang ada di mejanya. Menurut anda, bagaimana penilaian siswa terhadap guru yang demikian?
4. Menjawab semua pertanyaan siswa
Rupanya ada guru yang tidak mampu menjawab semua pertanyaan siswa? Ada ! Dia mampu menjawab tapi jawaban yang diberikan tidak meyakinkan siswa malah membuatnya bingung. Jangan sampai mahkluk yang membuat siswa kita tak nyaman (bingung) membuat kita tidak disukainya. Lantas bagaimana cara agar semua pertanyaan siswa dapat kita jawab? Jika anda tak mampu menjawab lemparkan pertanyaan tadi kepada seluruh siswa yang ada di kelas anda. Kalau tak terjawab juga, jadikan PR, sementara itu anda boleh mencari jawabannya lewat teman atau meneruskan pertanyaan ke saudara kita, wak Google!
5. Berpenampilan menarik
Rupanya ada guru yang punya penampilan tidak menarik? Ada! Contohnya Aku, Aku hanya tampil menarik di hadapan guru honor kami yang masih belia dan cantik! (canda). Tampillah ‘gagah’ di hadapan siswa anda. Jangan nampak membungkuk, lamban, seperti tak mandi pagi dsb. Anda seorang guru tentu pernah ‘dicekoki’ dengan materi 
pelayanan prima. Praktekkan! Jangan hanya di depan rekan sejawat atau dengan masyarakat sekitar tapi lakukan di hadapan siswa anda, mudah-mudahan anda akan menjadi guru yang di nantikan siswa jika anda tidak hadir ke sekolah karena alasan tertentu.6. Menyampaikan materi lewat permainan
Rupanya? Jangan dilanjutkan. Aku pernah membuat survey di kelasku dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana, diantaranya : “Pelajaran apa yang paling kamu sukai?” Apa jawaban dari mereka? Tanpa sengaja mereka sepakat : “Penjas, Pak!” Kusimpulkan bahwa ternyata mereka lebih menyukai pelajaran yang disampaikan lewat permainan. Tantangan buat anda, ciptakanlah teknik pembelajaran yang dalam cara menyampaikan materinya dilakukan lewat permainan. Ingat! Bukan belajar sambil bermain, tapi bermain untuk belajar yang benar-benar untuk belajar. Kalau anda belum mampu menemukan teknik yang tepat seperti halnya saya, sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu ajak keluar semua siswa anda. Sebagai tahap awal lakukan proses pembelajaran dengan suasana santai misalnya di bawah pohon. Sayangnya cara seperti ini hanya sesuai untuk jumlah siswa yang relatif sedikit.
7. Memeriksa setiap tugas yang telah diberikan 
Periksalah setiap tugas yang anda berikan kepada siswa, jangan menunda, walaupun kerja tersebut terasa memuakkan. Hargai jerih payah mereka. Berikan pujian dan penghargaan yang wajar kepada siswa anda yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jangan sekali-kali membunuhnya dengan mengatakan langsung kepadanya bahwa dia ‘bodoh’ ketika hasil kerjanya jeblok, mungkin cara anda menyampaikan materi belum sesuai untuknya. Anggap saja dia sedang 
lamloud (lambat louding).8. Bertanggung jawab (berwibawa)
Bagian yang terakhir ini gampang-gampang susah karena tanggung jawab yang sudah kental biasanya agak sulit dipertahankan dan gampang mengendor. Ada guru yang tidak bertanggung jawab? Tidak! Semua guru bertanggung jawab. Tapi besar kecilnya tanggung jawab, itulah yang menjadi persoalan. Bertanggung jawablah anda pada hal-hal kecil dan besar yang anda lakukan. Mintalah maaf kepada siswa anda jika anda merasa melakukan kesalahan. Meminta maaf tidak menurunkan wibawa anda sebagai guru. Beritahukan alasan anda dengan rasa kesal dan jujur ketika anda tidak dapat mengisi kelas atas sebab tertentu. Jadilah guru yang dirindukan siswa anda, dihormati siswa anda, bukannya ‘ditakuti’ mereka.
Masih banyak lagi ciri-ciri guru yang di sukai siswa selain yang kupostkan di atas. Masing-masing guru tentu punya cara tersendiri yang unik agar disukai siswa. Bagaimana dengan anda? 

Artikel Ini Dari Berbagai Sumber


Read more : 
http://akramberbagi.blogspot.com/2012/10/cara-menjadi-guru-yang-disukai-siswanya.html#ixzz2Az0ECCIN

Cara menjadi guru yang disukai siswanya

0 komentar


2012092622340013400+copy

Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan ini. Tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa? jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan mengajar.
Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit, saya pribadi pun masih dalam upaya untuk bisa disukai siswa. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah caranya.
  1. ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar 
  2. berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit 
  3. minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai 
  4. Tidak terlalu banyak melaksanakan metode ceramah
  5. Memberikan contoh kepada siswa apa yang ia ingin siswa lakukan. Jika anda sebagai guru berharap siswa anda hormat pada anda, silahkan terlebih dahulu menjaga harga diri siswa anda di kelas.
  6. Jika marah atau kecewa pada siswa, berbicara lah pada mereka dan bukan berteriak.
  7. berbagi senyum tulus pada semua siswa. Siswa yang dicap sebagai anak yang ‘bermasalah’ akan luntur dan akan menyukai anda jika anda berikan senyum pada mereka.
  8. Memotivasi siswa dengan cara memotivasi dan bukan menyindir.
  9. Menggunakan humor pada tempat dan saat yang tepat.
  10. Mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa. Mudah diajak berteman artinya anda pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang profesional. Berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi anda dikemudian hari.
  11. Penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses. Hindari meneruskan warisan guru lain dengan melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu.
Atau Anda Juga Bisa Baca Di Bawah Ini

1. Mudah tersenyum
Siswa paling suka kepada guru yang mudah tersenyum. Lebih menyenangkan lagi jika senyuman tersebut diselingi dengan sapaan. Guru yang ‘mahal’ senyum akan terkesan sangar dan sudah pasti tidak disukai siswa. Satu pesan buat anda, walaupun siswa suka dengan guru yang mudah tersenyum, jangan terlalu mengumbar senyum apalagi sampai senyum-senyum sendiri tanpa ada orang lain di sekitar anda ! 
2. Humoris
Belajar dengan serius memang harus diutamakan. Tetapi jika dalam penyampaian materi
ajar yang dilakukan guru terlalu serius maka yang terjadi adalah siswa menjadi bosan. Akibatnya tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan bisa-bisa tidak tercapai. Selingi dengan humor ringan (jangan yang berat, anda bukan pelawak) ketika anda menyampaikan materi yang serius agar pembelajaran menjadi mengasyikkan dan siswa anda tetap
fresh.
3. Menguasai bahan ajar
Rupanya ada guru yang kurang/tidak menguasai bahan ajar? Ada ! Tanya saja pada diri kita sendiri, terus jawab saja sendiri-sendiri (canda). Jujur, kita pasti pernah menemukan sosok guru yang sedang menyampaikan bahan ajar di depan kelas dengan bolak-balik melihat ke buku atau catatan yang ada di mejanya. Menurut anda, bagaimana penilaian siswa terhadap guru yang demikian?
4. Menjawab semua pertanyaan siswa
Rupanya ada guru yang tidak mampu menjawab semua pertanyaan siswa? Ada ! Dia mampu menjawab tapi jawaban yang diberikan tidak meyakinkan siswa malah membuatnya bingung. Jangan sampai mahkluk yang membuat siswa kita tak nyaman (bingung) membuat kita tidak disukainya. Lantas bagaimana cara agar semua pertanyaan siswa dapat kita jawab? Jika anda tak mampu menjawab lemparkan pertanyaan tadi kepada seluruh siswa yang ada di kelas anda. Kalau tak terjawab juga, jadikan PR, sementara itu anda boleh mencari jawabannya lewat teman atau meneruskan pertanyaan ke saudara kita, wak Google!
5. Berpenampilan menarik
Rupanya ada guru yang punya penampilan tidak menarik? Ada! Contohnya Aku, Aku hanya tampil menarik di hadapan guru honor kami yang masih belia dan cantik! (canda). Tampillah ‘gagah’ di hadapan siswa anda. Jangan nampak membungkuk, lamban, seperti tak mandi pagi dsb. Anda seorang guru tentu pernah ‘dicekoki’ dengan materi 
pelayanan prima. Praktekkan! Jangan hanya di depan rekan sejawat atau dengan masyarakat sekitar tapi lakukan di hadapan siswa anda, mudah-mudahan anda akan menjadi guru yang di nantikan siswa jika anda tidak hadir ke sekolah karena alasan tertentu.6. Menyampaikan materi lewat permainan
Rupanya? Jangan dilanjutkan. Aku pernah membuat survey di kelasku dengan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana, diantaranya : “Pelajaran apa yang paling kamu sukai?” Apa jawaban dari mereka? Tanpa sengaja mereka sepakat : “Penjas, Pak!” Kusimpulkan bahwa ternyata mereka lebih menyukai pelajaran yang disampaikan lewat permainan. Tantangan buat anda, ciptakanlah teknik pembelajaran yang dalam cara menyampaikan materinya dilakukan lewat permainan. Ingat! Bukan belajar sambil bermain, tapi bermain untuk belajar yang benar-benar untuk belajar. Kalau anda belum mampu menemukan teknik yang tepat seperti halnya saya, sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu ajak keluar semua siswa anda. Sebagai tahap awal lakukan proses pembelajaran dengan suasana santai misalnya di bawah pohon. Sayangnya cara seperti ini hanya sesuai untuk jumlah siswa yang relatif sedikit.
7. Memeriksa setiap tugas yang telah diberikan 
Periksalah setiap tugas yang anda berikan kepada siswa, jangan menunda, walaupun kerja tersebut terasa memuakkan. Hargai jerih payah mereka. Berikan pujian dan penghargaan yang wajar kepada siswa anda yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jangan sekali-kali membunuhnya dengan mengatakan langsung kepadanya bahwa dia ‘bodoh’ ketika hasil kerjanya jeblok, mungkin cara anda menyampaikan materi belum sesuai untuknya. Anggap saja dia sedang 
lamloud (lambat louding).8. Bertanggung jawab (berwibawa)
Bagian yang terakhir ini gampang-gampang susah karena tanggung jawab yang sudah kental biasanya agak sulit dipertahankan dan gampang mengendor. Ada guru yang tidak bertanggung jawab? Tidak! Semua guru bertanggung jawab. Tapi besar kecilnya tanggung jawab, itulah yang menjadi persoalan. Bertanggung jawablah anda pada hal-hal kecil dan besar yang anda lakukan. Mintalah maaf kepada siswa anda jika anda merasa melakukan kesalahan. Meminta maaf tidak menurunkan wibawa anda sebagai guru. Beritahukan alasan anda dengan rasa kesal dan jujur ketika anda tidak dapat mengisi kelas atas sebab tertentu. Jadilah guru yang dirindukan siswa anda, dihormati siswa anda, bukannya ‘ditakuti’ mereka.
Masih banyak lagi ciri-ciri guru yang di sukai siswa selain yang kupostkan di atas. Masing-masing guru tentu punya cara tersendiri yang unik agar disukai siswa. Bagaimana dengan anda? 

Artikel Ini Dari Berbagai Sumber


Read more : 
http://akramberbagi.blogspot.com/2012/10/cara-menjadi-guru-yang-disukai-siswanya.html#ixzz2Az0ECCIN

BEGINI CARA MENJADI GURU INSPIRATIF DAN DISENANGI SISWA

Jika ingin menjagi guru yang disenangi siswa maka:
TINGGALKAN MODEL GIRU KONVENSIONAL
Segera bertandang  menjadi
GURU YANG INSPIRATIF
Kemudian bangaimana yang  inspiratif itu?
  • Menunjukkan keterbukaan dalam perencanaan mengajar dan kegiatan belajat mengajar
  • Mempertimbangkan berbagai alternatif cara menyampaikan isi pelajaran kepada siswa
  • Dapat menggunakan humor secara proposrsional dalam menciptakan situasi KBM yang menarik
  • Menunjukkan perilaku demokratis dan tenggang rasa kepada semua siswa
  • Memandang siswa sebagai partner dalam KBM
  • Berkesinambungan dalam menggunkan hadiah dan hukuman sesuai dengan keadaan siswa.
Selajutnya bagaimana guru mampu membawa dirinya sebagai aktor yang mampu menyuntikkan segenap materi pembelahjaran dan siswa merasa membutuhkan, tidak hanya sekeder ingin (want) tapi butuh (need).
Dewasa ini banyak guru enggan berolah budi, dan kadang lupa bahwa dirinya hidup dajn berkehidupan untuk bertindak profesional. Persoalan siswa ngantuk dalam menerima pelajaran bukan hal yang harus didiamkan namun  dicari rujukkan mengapa siswa itu mengantuk. Mungkin gaya ngajar kita yang membosankan, atau mungkin karena siswa itu sendiri. Guru harus berolah budi, dan sadar diri bagaimana setiap membelajarkan orang harus terpuaskan. Kata orang guru harus mampu bersaing ketat dengan SPG- Sales Promotion Girl yang ada di mal-mal, cantik menaik dan menjelaskan customer menjadi penter (bukan ngiler). Semula hanya ingin, serta merta menjadi butuh dan membeli. Guru mampu merayu agar siswa lebih maju. Seperti menggali cara mengajar yang terbaik harus  digali dalam-dalam. Kapan kita harus mampu memecah kebekuan (ice breaker) dan kapan kita membuat siswa seger kembali penuh energi ( energizer) 
Data Buku:
JUDUL : Begini Menjadi Guru Inspiratif & Disenagi Siswa.
PENULIS: Acep Yonny - Sri Rahayu Yunus

Rabu, 16 Oktober 2013

TIPS MENJADI GURU PROFESIONAL

Mengerti tuntutan perubahan harapan masyarakat yang penuh dengan kompleksitas permasalahan, memahami gaya hidup dan perilaku siswa, mengembangkan wawasan dan kompetensi keilmuan, serta mengeliminasi kendala dan hambatan yang ada dalam diri maupun lingkungan sekitar.
2. Memiliki semangat untuk memberi inspirasi kepada rekan kerja sesama pendidik dan siswa untuk menumbuhkembangkan mutu daya saing, mengenali ‘resources‘ dan memanfaatkan sebagai sumber dan media pembelajaran yang dapat meningkatkan daya kreativitas siswa.
3. Menggunakan kebutuhan dan harapan masyarakat akan manfaat pendidikan sebagai pedoman menjalankan kehidupan profesional sebagai seorang guru/pendidik.
4. Mengembangkan konsep pembelajaran yang relevan tentang karakter dan kompetensi yang dibutuhkan siswa untuk masa depannya.
5. Membangun citra positif sebagai seorang pendidik yang berketeladanan, mampu menumbuhkan motivasi dan inspirasi peserta didik serta memiliki etos, kredibilitas dan integritas sebagai seorang pendidik.
6. Mengembangkan inovasi dan strategi pembelajaran dengan menggali sumber dan media belajar serta memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dengan cara yang luar biasa dan kreatif.
7. Memiliki interpersonal skill sebagai wujud dari implementasi kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial seorang pendidik guna membangun semangat berprestasi dalam diri peserta didik.
8. Meningkatkan pelayanan prima pendidikan melalui upaya peningkatan potensi dan karakter siswa secara individual, memiliki kecakapan empati serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna kepada peserta didik.
9. Evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran secara berkesinambungan dengan pengukuran efektivitas kegiatan pembelajaran lebih nyata dan akurat,serta berani menerima kritikan dan bersedia melakukan perbaikan mutu kegiatan belajar dan mengajar.
10. Dapat membuktikan efektivitas dan kemanfaatan pembelajaran dalam bentuk kompetensi dan karakter yang menjadi integritas dan identitas siswa.

Tips menjadi guru yang disukai siswa


Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan ini. Tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa? jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan mengajar.
Menjadi seorang guru bukanlah sebuah tugas atau kewajiban yang semata-mata diturunkan demi mendapatkan sejumlah uang, bukan! Guru adalah sebuah pilihan. Pilihan dimana seseorang bukan hanya dituntut untuk mampu memberi pencerahan serta ilmu kepada beberapa individu sekaligus dalam satu waktu, tapi juga secara tidak langsung memberi warna bagi kehidupan seseorang sejak dini hingga masa dewasanya (dalam hal ini, karena saya guru SD, maka saya bisa melihat langsung bagaimana pengaruh seorang guru SD bisa sampai membekas kuat di hati anak didiknya :-) )
Meski mungkin tak banyak yang mau mengakuinya, namun saya yakin, setiap guru pastilah ingin menjadi guru yang disukai oleh murid-muridnya. Meski terkadang hal tersebut bukan hal yang mudah dilakukan, namun dalam diri setiap guru pasti ada semangat tersendiri untuk mengajar ketika dirinya merasa bahwa murid  muridnya bisa bersikap terbuka dan senang atas kehadirannya. Nah, untuk menjadi seorang guru yang disukai (disukai bukan dalam tanda kutip lho ya..hehehe...) oleh muridnya, berikut ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu pembaca sekalian ^_^

Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit, saya pribadi pun masih dalam upaya untuk bisa disukai siswa. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah caranya.
  1. Tidak terlalu banyak melaksanakan metode ceramah
  2. Memberikan contoh kepada siswa apa yang ia ingin siswa lakukan. Jika anda sebagai guru berharap siswa anda hormat pada anda, silahkan terlebih dahulu menjaga harga diri siswa anda di kelas.
  3. Jika marah atau kecewa pada siswa, berbicara lah pada mereka dan bukan berteriak.
  4. berbagi senyum tulus pada semua siswa. Siswa yang dicap sebagai anak yang ‘bermasalah’ akan luntur dan akan menyukai anda jika anda berikan senyum pada mereka.
  5. Memotivasi siswa dengan cara memotivasi dan bukan menyindir.
  6. Menggunakan humor pada tempat dan saat yang tepat.
  7. Mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa. Mudah diajak berteman artinya anda pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang profesional. Berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi anda dikemudian hari.
  8. Penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses. Hindari meneruskan warisan guru lain dengan melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu
  9. kemudian sebai berikut :

    1. 
    Biasakan untuk mudah tersenyum
    Tak diragukan lagi, setiap orang suka melihat orang yang dijumpainya dalam keadaan tersenyum. Murid pun demikian, lebih-lebih jika senyuman tersebut disertai sapaan. Guru yang mahal dalam senyum akan memberi kesan sangar dan "jauh" dari muridnya. Hanya saja, sangat dipesankan dalam hal ini untuk jangan suka senyum senyum sendiri ya sebesar apapun keinginan anda untuk menjadi guru yang disuka oleh muridnya hehehehe....

    2. Berjiwa Humoris
    Memberikan pelajaran dan serius bersikap dalam kelas memang terkadang amat diperlukan. Namun ketika anda melihat murid-murid sudah mulai jenuh maka tak ada salahnya anda menyelingi pelajaran dengan sedikit humor dan canda agar suasana kelas ceria kembali dan murid anda merasa fresh untuk melanjutkan pelajaran.

    3. Menguasai bahan pelajaran
    Bagi seorang guru, menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkannya sangatlah perlu. Sangat tidak enak dilihat jika seorang guru sedikit-sedikit melihat buku atau bolak-balik ke mejanya untuk melihat catatan di meja ketika dia mengajar di depan kelas. Anda boleh tanyakan pendapat murid anda jika sekiranya ada guru yang seperti itu di lingkungan mengajar anda.. 

    4. Serba tahu
    Kodrat seorang guru adalah pemberi ilmu. Maka tak heran jika dia akan dihujani oleh banyak pertanyaan seputar materi yang dia ajarkan baik ketika berada di dalam kelas maupun di luar kelas. Oleh karena itu, usahakan sebelum anda mengajar, kuasailah materi yang akan anda ajarkan. Gunakan konsep 5W 1 H untuk mencari pertanyaan dan jawaban atas materi yang akan anda ajarkan. Begitu anda sudah berhasil dalam konsep 5W 1 H, maka saya bisa pastikan anda pasti akan bisa menjadi sosok yang serba tahu yang pastinya akan menjadikan murid-murid anda terkesan dengan sosok guru yang mereka miliki. Meski begitu, sepanjang pengalaman saya, terkadang ada juga beberapa pertanyaan terselip yang datang dari murid dimana kita agak ragu untuk menjawabnya. Dalam situasi itu, anda bisa memberi umpan balik kepada murid yang lain untuk menjawabnya atau jika buntu jadikan dulu sebagai PR sementara anda bisa mencari jawaban yang sekiranya akan memuaskan murid-murid anda (yang satu ini pengalaman pribadi sih :-D )

    5. Jaga Penampilan
    Menjadi seorang guru bukan berarti menjadi sosok "Oemar Bakrie" yang kaku dengan kaca mata minus tebal. Guru sekarang adalah sosok fleksibel yang bisa mengikuti perkembangan jaman meski tak lepas dari tanggung jawab moral sebagai seorang pendidik. Oleh karena itu, jagalah penampilan anda senantiasa rapi dan elegant di depan murid-murid sehingga mereka menaruh respek terhadap pribadi anda. Jangan sekali-kali tampilkan wajah kusut, baju kumal atau memberi "aroma tak sedap" ketika anda berada diantara murid-murid anda. Bahkan jika perlu, cuci muka dan sisir rambut agar terlihat fresh sebelum anda berangkat ke kelas untuk mengajar.

    6. Sampaikan pembelajaran dalam bentuk non-formal
    Salah satu kesalahan dalam opini pembelajaran yang sering terlihat di negeri ini adalah bahwa belajar hanya ada di dalam kelas dan harus diterapkan dengan metode tutorial dari guru ke murid. Padahal, dalam kenyataannya, pembelajaran merupakan sebuah proses yang bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dalam bentuk apa saja. Jika anda merasa perlu sedikit improvisasi dalam menerapkan materi, bisa saja ajak murid-murid sejenak membuat permainan di dalam atau di luar kelas dengan target memasukkan unsur pelajaran yang ingin anda tanamkan kepada mereka. Memanfaatkan waktu istirahat dengan menyelingi sedikit tanya jawab santai dengan anak ketika mereka bermain juga bisa diterapkan agar anak bisa lebih mudah memahami pelajaran yang sebelumnya mungkin dirasa sulit ketika mereka berada di dalam kelas.

    7. Memberikan penilaian atas setiap tugas yang diberikan
    Ini merupakan hal yang penting! Terkadang seorang guru tak memberikan penilaian terhadap tugas yang telah diberikannya terhadap murid dengan macam-macam alasan, entah itu capeklah, malaslah, atau bahkan sudah bisa memperkirakan nilai murid atas tugas yang diberikan itu. Padahal, bagi murid, penilaian atas tugas merupakan hal yang penting bagi mereka. Selain bisa memotivasi agar mereka berusaha lebih lagi untuk mendapat nilai yang lebih tinggi di tugas selanjutnya, mereka juga akan merasa hasil jerih payahnya mendapat apresiasi yang layak dari gurunya.

    8. Bertanggung Jawab dan Berani
    Bertanggung jawab dan berani di sini bukan berarti anda sebagai guru kemudian harus bersikap seolah-olah superior terhadap murid anda. Tanggung jawab disini berarti anda bisa mempertanggungjawabkan materi pelajaran yang anda berikan kepada murid. Terkadang guru juga bisa salah dalam memberi pembelajaran. Salah satu contoh misalnya di masa lalu kita diajarkan bahwa dalam tata surya ada 9 planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto), maka saat ini yang ada hanya 8 planet (Pluto sudah secara resmi tidak dianggap sebagai planet oleh ilmuwan belakangan ini karena ukurannya yang terlalu kecil). Kita yang sudah terbiasa ditanamkan sejak lama bahwa ada 9 planet dalam tata surya mungkin secara spontan akan menjawab 9 planet ketika murid bertanya ada berapa jumlah planet di tata surya ini. Dalam kasus ini, begitu anda menyadari bahwa sudah ada kesalahan yang anda buat ketika mengajar, jangan ragu untuk meminta maaf kepada mereka. Meminta maaf tidak akan menurunkan wibawa anda sebagai guru. Beritahukan alasan kenapa anda sampai keseleo dengan mengatakan 9 planet dan bukan 8 seperti yang seharusnya, dengan demikian murid akan bisa paham dan tetap akan menghargai anda sebagai guru mereka yang baik.

Tips menjadi guru yang disukai siswa

Siapa yang tidak mau menjadi guru yang disukai siswa. Semua guru sepertinya mengharapkan ini. Tapi tahukah anda bahwa semakin minta disukai siswa semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak disukai siswa? jika disukai siswa menjadi tujuan kita sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan inginkan, bahkan bila yang diinginkan sudah keluar jalur kegiatan belajar dan mengajar.
Menjadi guru yang disukai bukan perkara mudah tapi juga tidak sulit, saya pribadi pun masih dalam upaya untuk bisa disukai siswa. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Berikut ini adalah caranya.
  1. Tidak terlalu banyak melaksanakan metode ceramah
  2. Memberikan contoh kepada siswa apa yang ia ingin siswa lakukan. Jika anda sebagai guru berharap siswa anda hormat pada anda, silahkan terlebih dahulu menjaga harga diri siswa anda di kelas.
  3. Jika marah atau kecewa pada siswa, berbicara lah pada mereka dan bukan berteriak.
  4. berbagi senyum tulus pada semua siswa. Siswa yang dicap sebagai anak yang ‘bermasalah’ akan luntur dan akan menyukai anda jika anda berikan senyum pada mereka.
  5. Memotivasi siswa dengan cara memotivasi dan bukan menyindir.
  6. Menggunakan humor pada tempat dan saat yang tepat.
  7. Mudah diajak berteman oleh siswa dan bukan menjadi teman siswa. Mudah diajak berteman artinya anda pihak yang pasif dalam berkomunikasi namun tetap dengan cara yang profesional. Berusaha menjadi teman siswa hanya akan menyulitkan situasi anda dikemudian hari.
  8. Penyabar dan menganggap semua siswa sedang berproses. Hindari meneruskan warisan guru lain dengan melanjutkan cap yang sudah diterima oleh siswa tertentu.